TREND PERSALINAN CAESAR DAN KONSEKUENSINYA

Sejak mulai akhir dekade 90an' sampai tahun 2014 ini, melahirkan  dengan cara caesar seakan-akan menjadi trend mode. Para calon ibu yang mempunyai dana berbondong-bondong memboking rumah sakit untuk melakukan proses kelahiran dengan cara caesar, seperti mereka mem-boking hotel. Operasi caesar pun banyak dilakukan tanpa anjuran medis sama sekali. Alasan yang diberikan bermacam-macam umumnya seperti keinginan, agar bisa memilih tanggal lahir anak dengan tanggal unik atau cantik seperti keinginan kedua orang tua (misalnya tanggal dan tahun pergantian milenium), juga alasan praktis seperti sang ibu tidak perlu tersiksa harus mengejan, selain itu rasa nyeri yang ditimbulkan saat proses kelahiran juga tidak separah melahirkan normal karena ibu mengalami bius, baik lokal maupun total. Tidak mengherankan, angka kelahiran caesar di Indonesia terus meningkat dari tahun ketahun.

Banyak calon ibu yang meminta dicaesar tanpa rekomendasi resmi medis, diduga karena kurang informasi tentang hal itu. Pada hal, resiko operasi itu banyak dan serius, sehingga jauh lebih berbahaya dibanding persalinan normal. Dan yang harus menerima konsekuensi negatifnya operasi caesar ini, bukan cuma calon ibu yang bersangkutan tetap juga bayi yang akan dilahirkan, misalnya; bayi yang lahir dari operasi caesar kemungkinan besar bisa mempunyai masalah pernapasan, yaitu napas cepat dan tidak teratur. Karena itu WHO sendiri mengatakan bahwa seharusnya yang lebih diprioritaskan adalah persalinan normal, operasi persalinan caesar hanya digunakan untuk menangani 10 - 15 % persalinan.

Banyak masalah dan risiko kelahiran secara caesar, baik pada ibu, maupun pada bayi, yang efek dan akibatnya bisa terjadi pada jangka panjang maupun jangka pendek. Jadi bunda alangkah baiknya kalo bisa kita melahirkan normal saja ya...kecual terpaksa dan direkomendisikan medis atau dokter kita. 

Demikian tentang persalinan caesar di negara kita yang sudah menjadi trend terutama para artis, semoga dapat menjadi bahan renungan dan pertimbangan bunda untuk melahirkan normal atau caesar. Terima kasih semoga artikel ini bermanfaat.


CARA MENGHILANGKAN GURATAN BEKAS MELAHIRKAN/STRECTHMARK

Guratan bekas melahirkan atau yang disebut Strecthmark itu Secara medis, adalah suatu kerusakan lapisan kulit yang berupa kerutan atau guratan-guratan berwarna putih, kemerahan, atau kecoklatan sesuai dengan warna kulit penderita, uang biasanya berada didaerah perut di bawah pusar. Biasanya stretch mark dialami oleh ibu sehabis melahirkan, terutama yang sudah melahirkan anak pertama.

apa sih penyebab dari stretch mark? Penyebabnya adalah peregangan kulit secara berlebihan dalam waktu yang lama (hamil) sehingga membuat jaringan kulit mengalami kerusakan. Selain itu, pada waktu hamil kebanyakan wanita cenderung mengalami keluhan gatal yang berat. Hal ini tentunya membuat keinginan ibu hamil untuk menggaruknya. Nah, bekas garukan itulah yang membuat kulit cedera dan menimbulkan bekas atau stretch mark.

Adakah cara untuk menghilangkan stretch mark? Untuk menghilangkan kerut pasca melahirkan, mungkin beberapa tips berikut dapat membantu Anda.

Stecthmark ini bisa hilang namun tidak instan, dan dapat dihilangkan baik secara alami maupun ilmiah seperti dilansir oleh Boldsky.


Berikut tips menghilangkan guratan bekas melahirkan (strecthmark) secara alami dan secara ilmiah kedokteran:

Secara alami: 

Es dapat mengencangkan pori-pori kulit dan membantu dalam mengurangi bekas melahirkan. Masukkan es batu ke dalam kantung kompres dan gosokkan dengan lembut pada daerah bekas melahirkan selama 5 menit. Ulangi secara teratur untuk mendapatkan hasil terbaik. 

Minyak zaitun dapat melembabkan kulit dan tekstur kulit Anda. Minyak ini berguna untuk meringankan tanda bekas melahirkan, tetapi tidak mampu menghilangkan secara total. Pijatlah daerah tanda bekas melahirkan dengan minyak zaitun setiap hari selama 10 menit. 

Vitamin E dikenal mampu mengobati kerusakan kulit akibat dari radikal bebas pada sel-sel tubuh kita. Ini sangat efektif untuk mengobati tanda bekas melahirkan. Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin E dapat membantu Anda untuk menghilangkan tanda bekas melahirkan secara alami.

Buah-buahan. Banyak vitamin bisa Anda dapatkan dari buah-buahan seperti lemon, anggur, jeruk, kiwi, atau apricot.

Sayur-sayuran. Sayur-sayuran yang dapat membantu menghilangkan stretch mark adalah wortel, bayam, brokoli, dan kacang-kacangan.

Jus tomat mengandung banyak antioksidan yang membantu dalam mengurangi kerusakan sel kulit. Anda bisa menggunakan jus tomat sebagai masker alami untuk menyembuhkan tanda bekas melahirkan.

Vitamin A dan C juga sangat membantu dalam penyembuhan tanda bekas melahirkan. Buatlah pasta dari makanan yang kaya akan vitamin seperti kiwi, aprikot, dan jeruk. Kemudian gunakan pasta itu sebagai masker pada tubuh Anda. Ini adalah obat alami untuk menyembuhkan tanda bekas melahirkan.

Gunakan masker bahan alami

Tomat. Anda bisa menggunakan tomat untuk menghilangkan stretch mark pasca melahirkan. Cara penggunaannya yaitu dengan memblender tomat tersebut. Setelah itu, jadikan hasil blenderan tersebut menjadi masker.

Anggur. Ekstrak dari buah anggur dipercaya ampuh menghilangkan kerut setelah melahirkan. Cara penggunaannya sama seperti tomat yaitu dengan diblender, baru kemudian dijadikan sebagai masker.

Lidah buaya. Lidah buaya juga diyakini mampu menghilangkan guratan-guratan pasca melahirkan. Cara penggunaannya sangat sederhana yakni dengan mengusapkan daging lidah buaya yang berwarna putih pada stretch mark. Agar hasil maksimal, Anda bisa melakukan cara ini 2 sampai 3 kali sehari.

Kapur dan jeruk nipis. Cara lain yang bisa Anda gunakan yakni dengan mengoleskan campuran dari kapur dan air perasan jeruk nipis pada bagian yang mengalami kerut.

Minyak almond. Bahan lain yang dapat digunakan untuk menghilangkan stretch mark adalah minyak almond yang dilakukan dengan cara memijatkannya setiap hari ke daerah yang terdapat stretch mark.


Makan makanan bernutrisi seperti sayuran dan buah-buahan segar adalah cara paling ideal untuk menghilangkan tanda bekas melahirkan. Tanda ini tentu dapat diobati secara alami di rumah.


Secara Ilmiah Kedokteran

Untuk menghilangkan guratan Strecthmark ini juga dapat dilakukan dengan perawatan secara ilmiah kedokteran yang umumnya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu laser dan mesotherapy  

Laser. Laser adalah operasi yang dapat memakan biaya banyak, namun hasil yang didapat terbukti memuaskan. Dalam perawatan ini, dokter akan mengecek seberapa parah stretch mark yang dialami penderita. Hal ini bertujuan untuk menentukan berapa kali operasi laser akan dilakukan.

Mesotherapy. Jenis perawatan ini adalah dengan menyuntikkan vitamin pada bagian yang terkena stretch mark. Untuk perawatan ini, sebaiknya cari dokter yang benar-benar kompetens dan terpercaya atau ahli dibidangnya.

Demikian-Bunda,  tips Cara menghilangkan guratan bekas melahirkan (strecthmark) untuk ibu melahirkan, semoga bermanfaat dan dapat meningkatkan kembali kecantikan dan persona para bunda. Termikasih sukses terus ya bun..salam.


Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber 
sumber utama :http://www.docshop.com/
Sumber gambar: via.health.okezone.com 

CARA MENGATASI SAKIT TULANG SEHABIS MELAHIRKAN

Pada Umumnya, ibu melahirkan akan merasakan sakit atau nyeri pada pinggang, punggung, lutut, tulang ekor, dll. Hal ini terjadi karena adanya perubahan hormon dan perubahan fisik selama kehamilan, proses persalinan yang lama dan sulit, serta kelelahan dan stres merawat bayi dapat menjadi penyebab tulang Anda merasa sakit setelah melahirkan. Jika keluhan tulang ini dibiarkan akan sangat mengganggu kenyamanan dan kelancaran aktivitas Anda. 

Namun, jangan cemas, Bunda. Kondisi tersebut dapat diatasi dengan beberapa perawatan sederhana dan melakukan beberapa cara dengan tips berikut ini :

1. Berolahraga

Berolahraga secukupnya bermanfaat selan untuk kebugaran tubuh juga dapat mengembalikan kelenturan otot dalam tubuh setelah kehamilan. Lakukan peregangan otot selama 10 menit setiap hari. Anda juga bisa melakukan olahraga jalan kaki, yoga, bersepeda, senam, dll.


2. Mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D

Kalsium dan vitamin D bermanfaat untuk kesehatan tulang. Konsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium dan vitamin D, seperti keju, susu, sayuran hijau, kedelai, ikan salmon, ikan tuna, telur, yoghurt, dll. Kurangi mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak baik bagi tulang, seperti garam, minuman soda, makanan manis, kafein, rokok, dan alkohol. Ibu yang baru saja melahirkan dan berlanjut menyusui diharapkan mendapatkan asupan kalsium yang cukup agar terhindar dari tulang keropos.


3. Diet sehat

Berat badan berlebih juga dapat membuat tulang terasa nyeri karena harus menopang beban tubuh yang bertambah. Karena itu, lakukan diet sehat dengan menjaga pola makan atas bimbingan dokter ya, Bunda.


4. Berjemur pada pagi hari

Selain pada makanan, vitamin D juga ditemukan pada sinar matahari pagi sekitar jam 7-9. Berjemurlah selama 10 menit, Anda pun terhindar dari risiko patah tulang sebanyak 30%.


5. Jaga postur tubuh saat menyusui

Hindari posisi tubuh membungkuk saat menyusui. Duduklah di kursi dengan punggung tegak dan dekatkan bayi ke dada Anda. Hal ini dapat mengurangi nyeri pada punggung.


6. Jaga posisi menggendong bayi

Kurangi intensitas menggendong bayi pada pinggul Anda karena dapat membebani otot punggung. Gendonglah bayi Anda secara bergantian di pinggul kanan dan kiri. Hal ini juga berlaku saat Anda membawa tas perlengkapan bayi dengan bahu kanan dan kiri Anda.


7. Hindari memakai sepatu high heels secara berlebihan

Berlama-lama menggunakan sepatu berhak tinggi dapat menyebabkan cedera kaki dan rapuhnya tulang kaki.


Tulang yang sehat menjadi impian setiap ibu. Tips di atas dapat membantu Anda mewujudkan kesehatan tulang setelah melahirkan. Jika rasa nyeri tulang tidak kunjung berkurang, segera periksakan diri ke dokter ya, Bunda. Semoga bermanfaat. Terimaksih.


Source: http://www.ibudanmama.com/

10 TANDA KEHAMILAN AWAL IBU MENGANDUNG

Selain dilakukannya tes positif kehamilan untuk mengetahui tanda-tanda kehamilan seorang wanita, dapat juga dilihat melalui tanda-tanda tertentu pada perubahan fisik dan fisikis ibu hamil. Sebenarnya ada banyak tanda-tanda kehamilan yang bisa dilihat secara fisik seorang wanita tersebut. Berikut beberapa tanda yang menunjukan kemungkinan positif hamil tersebut :

1. Mual-mual dan muntah
Mual dan muntah sebagai tanda kehamilan ini dikenal dengan istilah morning sickness dan dialami oleh sekitar 50% ibu hamil. Disebut morning sickness karena mual-mual dan muntah pada wanita hamil lebih sering terjadi pada pagi hari, walaupun demikian tetapi tidak selamanya mual dan muntah ini pada pagi hari bisa jadi tidak mengenal waktu baik siang maupun malam.
 
2. Terlambat atau tidak haid (amenorea)
Umumnya, berhetinya hadi dianggap sebagai tanda awal kehamilan. Hal ini terjadi karena setelah sel telur dimasuki sperma dan tertanam pada dinding rahim, pembuluh darah di dinding rahim yang setiap bulannya runtuh jadi permanen tertahan hingga janin membesar dan dilahirkan menjadi bayi.
 
3. Sering buang air kecil
Sering buang air kecil ini akan timbul pada bulan-bulan pertama kehamilan. Ini terjadi karena rahim yang mulai membesar itu menekan kandung kemih. Umumnya, ini mulai terasa sekitar 6-8 minggu setelah pembuahan.
 
4. Susah buang air besar
Pada ibu yang hamil muda akan terjadi kesulitan buang air besar, hal ini terjadi karena hormon progesteron membuat kerja usus agak melemah. Akibatnya, sisa kotoran jadi sudah dikeluarkan.
 
5. Membesarnya payudara
Meningkatnya hormon estrogen dan progesteron sebagai hormon kehamilan, mempengaruhi perkembangan kelenjar susu. Karena itu maka payudara ibu hamil akan terlihat agak membengkak atau terasa lebih lembut dari biasanya.

6. Meningkatnya kecepat denyut nadi
Secara kasat mata akan terlihat peningkatan detak dan denyut nadi terutama terlihat dibagian pangkal leher, hal ini terjadi sejalan dengan peningkatan pasokan darang yang pompa jantung kearah rahim.

7. Meningkatnya suhu tubuh
Jika setelah masa ovulasi dan diukur dengan alat ukur suhu tubuh masih tetap tinggi sekitar 37,2 - 37,8 Derjat Celcius,  kemungkinan bisa terjadi kehamilan pada seorang wanita normal.

8. Melunaknya rahim dan leher rahim
Jika diperiksa secara seksama maka dapat terlihat melunaknya rahim dan leher rahim pada wanita hamil. Ini biasanya terjadi sekita usia kehamilan 2 - 8 minggu.

9. Rahim dan perut membesar 
Rahim dan perut ibu hamil akan terlihat berubah dan agak membesar, hal ini umumnya dimulai pada usia kehamilan 8 - 12 minggu.
 
10. Menurun atau meningkatnya nafsu makan dengan drastis.
Pada kasus tertentu sering terjadi ibu yang dinyatakan positif hamil akan mengalami perubahan nafsu makan, bisa menjadi lebih besar atau menurun. Hal ini juga dibarengi dengan keinginan makan-makanan tertentu (ngidam) secara mendadak di luar kebiasaannya.

Itulah 10 Tanda-tanda kehamilan semoga bermanfaat. terimakasih sudah berkunjung diblog ini. http://bagicantiksehat.blogspot.com/

WASPADAI GEJALA PENYAKIT ASAM URAT PADA IBU HAMIL

Asam urat memang jarang terjadi pada kehamilan, namun jika anda yang mempunyai riwayat asam urat sebelum kehamilan maka bukan tidak mungkin jika asam urat akan menjangkit anda saat kehamilan. Kadar asam urat dalam tubuh dapat meningkat akibat metabolisme purin yang dapat berasal dari berbagai jenis makanan terutama jeroan, daging merah, seafood, dan kacang-kacangan. Pola hidup yang kurang baik adalah faktor utama pemicu dari terjadinya asam urat pada ibu hamil.

Pada umumnya asam urat yang terjadi pada ibu hamil maupun pada penderita lain sama, namun yang membedakannya adalah respon dari ibu hamil ini lebih cepat atau sensitif. Pada tahap awal terjadinya, asam urat ini akan menimbulkan gejala berupa persendian yang bengkak, merah, dan panas. Kemudian pada tahapan selanjutnya akan mengalami kesemutan dan rasa sakit pada persendian. Pada tahap yang lebih serius, anda harus lebih waspada, karena asam urat ini akan menyebabkan gangguan pada kesehatan ibu dan calon bayinya

Gejala Penyakit Asam Urat

  1. Badan pegal-pegal dan sering merasakan kecapaian yang tidak seperti biasanya
  2. Nyeri otot, persendian lutut, pinggang, punggung, pinggul, pundak, dan bahu sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada bagian tubuh tertentu ini terutama pada malam hari dan pagi.
  3. Rasa kesemutan dan linu yang sangat parah
  4. Sering buang air kecil terutama pada malam hari, atau pagi hari saat bangun tidur
  5. Jika gejala asam urat ini menyerang pada daerah ginjal, maka akan memicu terjadinya kencing batu sehingga penderita penyakit asam urat akan kesulitan ketiika buang air kecil.

PENYAKIT YANG LAZIM DAN PERLU DI WASPADAI PADA IBU HAMIL

A. Penyakit Jantung
Pada kehamilan dengan jantung normal, wanita dapat menyesuaikan kerjanya terhadap perubahan- perubahan secara fisiologis. Perubahan tersebut disebabkan oleh :
1. Hipervolemia : dimulai sejak kehamilan 8 minggu dan mencapai puncaknya pada 28- 32 minggu
2. Jantung dan diafragma terdorong ke atas oleh karena pembesaran rahim..
Dalam kehamilan :
1. Denyut jantung dan nadi : meningkat
2. Volume darah : meningkat
3. Tekanan darah : menurun sedikit
Maka dapat dipahami bahwa kehamilan dapat memperbesar penyakit jantung bahkan dapat menyebabkan payah jantung (dekompensasi kordis ). Frekuensi penyakit jantung dalam kehamilan berkisar antara 1- 4%. Dinegara – Negara Atlantik utara 1- 3%, di Australia dan negara Asia selatan kurang dari 1 %. Penyakit yang paling banyak dijumpai adalah penyakit hipertensi, tirotoksikosis dan anemia.

1. Pengaruh kehamilan terhadap penyakit jantung saat yang berbahaya bagi penderita adalah:
a. Pada kehamilan 32 – 36 minggu, dimana volume darah mencapai puncaknya (hipervolumia)
b. Pada kala II, dimana wanita mengerahkan tenaga untuk mengedan dan memerlukan kerja jantung yang berat
c. Pada pasca persalinan dimana darah dari ruang intervilus plasenta yang sudah lahir, sekarang masuk ke dalam sirkulasi darah ibu.
d. Pada masa nifas, karena ada kemungkinan infeksi.

2. Pengaruh penyakit jantung terhadap kehamilan :
a. Dapat terjadi abortus.
b. Prematuritas : lahir tidak cukup bulan
c. Dismaturitas, lahir cukup bulan namun dengan bertat badan lahir rendah
d. Lahir dengan apgar rendah
e. Kematian janin dalam rahim (KJDR )

Klasifikasi penyakit jantung dalam kehamilan :
Kelas I :
• Tanpa pembatasan kegiatan
• Tanpa gejala pada kegiatan biasa
Kelas II :
• Sedikiat dibatasi kegiatannya
• Waktu istirahat tidak ada keluhan
• Kegiatan fisik biasa menimbulkan gejala insufisiensi jantung
• Gejalanya adalah lelah, palpitasi, sesak nafas dan nyeri dada
Kelas III :
• Kegiatan fisik sangat dibatasi
• Waktu istirahat tidak ada keluhan
• Sedikit kegiatan fisik menimbulkan keluhan insufisiensi jantung
Kelas IV :
• Waktu istirahat dapat menimbulkan keluhan infusiensi jantung apalagi kerja fisik yang tidak berat
Kira- kira 80 % penderita adalah kelas I dan II serta kehamilan dapat meningkatkan kelas tersebut menjadi II, III, dan IV. Factor yang dapat mempengaruhi adalah umur, anemia, adanya aritema jantung dan hipertrofi ventrkuler dan pernah sakit jantung.

Diagnosis :
1) Anamnesis
 Pernah sakit jantung dan berobat pada dokter untuk penyakitnyaØ
 Pernah demam rematikØ
2) Pemeriksaan : auskultasi/ palpasi
Empat kriteria (burwel dan Metcalfe )
 Adanya bising diastolic, presistolik, atau terus-menerusØ
 Pembesaran jantung yang jelas.Ø
 Adanya bising jantung yang nyaring disertai thrillØ
 Aritmia yang beratØ
3) Pemeriksaan elektrokardiogram (EKG)
Jika wanita hamil disangka menderita penyakit jantung, yang paling baik adalah dikonsultasikan kepada ahlinya. Keluhan dan gejala : mudah lelah, dispneu, palipitasi kordis, nadi tidak teratur, oedema/pulmonal, sianosis.

Penanganan
a. Dalam kehamilan
 Memberikan pengertian kepad ibu hamil untuk melaksanakan pengawasan antenatal yang teratur sesuai dengan jadwal yang ditentukan merupakan hal yang pentingü
 Kerjasam dengan ahli penyakit dalam atau kardialog, untuk penyakit jantung harus dibina sedini mungkinü
 Pencegahan terhadap kenaikan berat badan dan retensi air yang berlebihan, jika terdapat anemia harus diobatiü
 Timbulnya hipertensi / hipotesi akan memberatkan kerja jantung, hal ini harus diobatiü
 Bila terjadi keluhan yang agak berat seperti sesak nafas, infeksi saluran pernafasan dan sianosis, penderita harus dirawat di rumah sakit untuk pengawasan dan pengobatan yang lebih intensifü
 Skema kunjungan antenatal : setiap 2 minggu menjelang kehamilan 28 minggu dan 1 kali seminggu setelahnyaü
 Wanita hamil dengan penyakit jantung harus cukup istirahat, cukup tidur, diet rendah garam dan pembatasan jumlah cairanü
 Sebaiknya penderita dirawat 1 sampai 2 minggu sebelum tafsiran persalinanü
 Pengobatan khusus bergantung pada kelas penyakit :ü
 Kelas I : tidak memerlukan pengobatan tambahanØ
 Kelas II : biasanya tidak memrlukan terapi tambahan, mengurangi kerja fisik terutama antara kehamilan 28-36 mingguØ
 Kelas III : memerlukan digitalisasi atau obat lainnya, sebaiknya dirawat di rumah sakit sejak kehamilan 28-30 mingguØ
 Kelas IV : harus di rawat dirumah sakitdan di berikan pengobatan dan kerjasama dengan kardiaologØ
b. Dalam persalinan
Penderita kelas I dan II biasanya dapat meneruskan kehamilan dan bersalin pervaginam, namun denagn p[engawasan yang baik serta kerjasama dengan ahli penyakit dalam
 membuat daftar his: daftar nadi,pernapasan,tekanan darah di awasi dan catat setiap 15 menit dalam kala 1 dan setiap 10 menit dalam kala 2,bila ada tanda payah jantung di obati dengan digitalis,memberikan sedilanit dosis awal 0,8mg dan di tambahkan sampai dosis 1,2 -1,6mg IV secara perlahan. Jika perØ
lu,suntikan dapat di ulang 1-2 kali dalam 2 jam. Dikamar bersalin harus tersedia tabung berisi oksigen,morfin,dan suntikan diuretikum
 kala 2 yaitu kala yang kritis bagi penderita bila tidak timbul tanda payah jantung persalinan dapat di tunggu,di awasi dan di tolong secra spontan. dalam 20-30 menit bila janin belum lahir kala 2 segera di perpendek dengan ekstrasi vakum dan forcep kalau di jumpai disproporsi chepalo pelvic maka di lakukan SC dengan local /lumbal/kaudal di bawah pengawasan beberapa ahli multi disiplinØ
 untuk menghilangkan rasa sakit boleh di berikan obat analgesic seperti petidin. Jangan di berikan barbiturate/morfin bila di taksir bayi lahir dalam beberapa jamØ
 kala2 biasanya berjalan sepeti biasa pemberian ergometrin dengan hati-hati,biasanya sentrometin IM amanØ
c. dalam paska persalinan dan nifas
 setelah bayi lahir penderita dapat tiba-tiba jatuh kolaps yang di sebabkan darah membanjiri tubuh ibu sehingga kerja jantung bertambahØ
 karena itu penderita harus tetap di awasi dan di rawat sekurang-kurangnya 2 minggu setelah bersalinanØ
d. penanganan secara umum
 penderita kelas 3 dan 4 tidak boleh hamil karena kehamilan sangat membahayakan jiwanyaØ
 bila hamil sedini mungkin sbortus buatan medikalis hendaknya di pertimbangkan untuk di kerjakanØ
 pada kasus tertentu sangat di anjurkan untuk tidak hamil dengan tubektomi setelah penderita afebris,tidak anemis dan sedikit keluhanØ
 bila tidak mau sterilisasi,di anjurkan memakai kontara sepsi. Kontrasepsi yang baik adalah IUDØ
e. masa laktasi
 laktasi di perbolehkan pada wanita penyakit jantung kelas 1 dan 2 yang sanggup melkukan kerja fisikØ
 laktasi dilarang pada penderita kelas 3 dan 4Ø

Prognosis
Bagi ibu : prognosis tergantung pada beratnya penyakit,umur,dan penyulit lain.pengawasan pengobatan,pimpinan persalinan,dan kerja sama dengan penderita serta kepatuhan dalam menaati larangan,ikut mengikuti prognosis
bagi bayi : bila penykit jantung tidak terlalu berat,tidak begitu mempengaruhi kematian perinatal, namun pada penyakit berat prognosis akan buruk karena terjadi gawat janin.
B. Diabetes Millitus
Diabetes Melitus pada kehamilan atau sering disebut Diabetes Melitus Gestasional, merupakan penyakit diabetes yang terjadi pada ibu ibu yang sedang hamil. Gejala utama dari kelainan ini pada prinsipnya sama dengan gejala utama pada penyakit diabetes yang lain yaitu sering buang air kecil (polyuri), selalu merasa haus (polydipsi), dan sering merasa lapar (polyfagi). Cuma yang membedakan adalah keadaan pasien saat ini sedang hamil. Sayangnya penemuan kasus kasus diabetes gestasional sebagian besar karena kebetulan sebab pasien tidak akan merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya selain kehamilan, dan gejala sering kencing dan banyak makan juga biasa terjadi pada kehamilan normal.
Seperti halnya penyakit kencing manis pada umumnya, pada pemeriksaan gula darah pun ditemukan nilai yang tinggi pada kadar gula darah puasa dan 2 jam setelah makan serta bila dilakukan pemeriksaan kadar gula pada urine (air kencing) juga ditemukan reaksi positif. Pemeriksaan ini dapat diulang selama proses pengobatan dengan obat antidiabetes untuk memantau kadar gula darah.
Tindakan yang dapat dilakukan pada pasien diabetes gestasional antara lain dengan tetap mengutamakan pengaturan diet diabetes, apabila kadar gula darah terlampau tinggi bisa dilakukan opname untuk regulasi dengan insulin baik intravena maupun suntikan subkutan. Jadi usahakan pada semua penderita hamil untuk memilih pengobatan dengan pengaturan diet bila tidak tercapai keadaan kadar gula darah yang normal baru disuntik dengan insulin. Obat tambahan lain bisa dengan vitamin vitamin untuk menjaga kondisi tubuh pasien.
Yang perlu diperhatikan dalam pengaturan diet wanita hamil adalah kebutuhan kalori pada wanita hamil tidak sama dengan wanita normal sekalipun wanita hamil tersebut menderita kencing manis. Jumlah kalori untuk diet = berat badan ideal wanita hamil x (25-30)kalori + ekstra 200 – 300 kalori dengan perincian minimal 200 gr hidrat arang dan protein (1,5 – 2) gr/kg BB ideal.
Jika pada pemeriksaan berat badan bayi ditemukan bayinya besar sekali maka perlu dilakukan induksi pada minggu ke 36 – 38 untuk mencegah terjadinya komplikasi saat persalinan. Proses persalinan ini harus dalam pengawasan ketat oleh dokter spesialis kebidanan dan dokter spesialis penyakit dalam.
Diagnosis : Deteksi dini sangat diperlukan agar penderita DM dapat dikelola sebaik-baiknya. Terutama dilakukan pada ibu dengan factor resiko berupa beberapa kali keguguran, riwayat pernah melahirkan anak mati tanpa sebab, riwayat melahirkan bayi dengan cacat bawaan, melahirkan bayi lebih dari 4000 gr, riwayat PE dan polyhidramnion. Juga terdapat riwayat ibu : umur ibu > 30 tahun, riwayat DM dalam keluarga, riwayat DM pada kehamilan sebelumnya, obesitas, riwayat BBL > 4500 gr dan infeksi saluran kemih berulang selama hamil.
Klasifikasi
a. Tidak tergantung insulin (TTI) – Non Insulin Dependent diabetes mellitus (NIDDN) yaitu kasus yang tidak memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula darah.
b. Tergantung insulin (TI) – Insulin dependent Diabetes Melitus yaitu kasus yan memerlukan insulin dalam mengembalikan kadar gula darah.
Komplikasi
a. Maternal : infeksi saluran kemih, hydramnion, hipertensi kronik, PE, kematian ibu
b. Fetal : abortus spontan, kelainan congenital, insufisiensi plasenta, makrosomia, kematian intra uterin.
c. Neonatal : prematuritas, kematian intra uterin, kematian neonatal, trauma lahir, hipoglikemia, hipomegnesemia, hipokalsemia, hiperbilirubinemia, syndroma gawat nafas, polisitemia.
Penatalaksanaan : Prinsipnya adalah mencapai sasaran normoglikemia, yaitu kadar glukosa darah puasa < 105 mg/dl, 2 jam sesudah makan < 120 mg/dl, dan kadar HbA1c<6%. Selain itu juga menjaga agar tidak ada episode hipoglikemia, tidak ada ketonuria, dan pertumbuhan fetus normal. Pantau kadar glukosa darah minimal 2 kali seminggu dan kadar Hb glikosila. Ajarka pasien memantau gula darah sendiri di rumah dan anjurkan untuk kontrol 2-4 minggu sekali bahkan lebih sering lagi saat mendekati persalinan. Obat hipoglikemik oral tidak dapat dipakai saat hamil dan menyusui mengingat efek teratogenitas dan dikeluarkan melalui ASI, kenaikan BB pada trimester I diusahakan sebesar 1-2,5 kg dan selanjutnya 0,5 kg /minggu, total kenaikan BB sekitar 10-12 kg.
Penatalaksanaan Obstetric : Pantau ibu dan janin dengan mengukur TFU, mendengarkan DJJ, dan secara khusus memakai USG dan KTG. Lakukan penilaian setiap akhir minggu sejak usia kehamilan 36 minggu. Adanya makrosomia pertumbuhan janin terhambat dan gawat janin merupakan indikasi SC. Janin sehat dapat dilahirkan pada umur kehamilan cukup waktu (40-42 minggu) dengan persalinan biasa.
Ibu hamil dengan DM tidak perlu dirawat bila keadaan diabetesnya terkendali baik, namun harus selalu diperhatikan gerak janin (normalnya >20 kali/12 jam). Bila diperlukan terminasi kehamilan, lakukan amniosentesis dahulu untuk memastikan kematangan janin (bila UK <38 minggu). Kehamilan dengan DM yang berkomplikasi harus dirawat sejak UK 34 minggu dan baisanya memerlukan insulin.
Biasanya setelah bayi lahir maka kadar gula darah akan kembali normal, apabila tidak, maka perlu dilanjutkan pemberian antidiabetes oral sampai jangka waktu tertentu.
C. Tuberkulosis Paru
Kehamilan tidak banyak memberikan pengaruh terhadap cepatnya perjalanan penyakit ini, banyak penderita tidak mengeluh sama sekali. Keluhan yang sering ditemukan adalah batuk-batuk yang lama, badan terasa lemah, nafsu makan berkurang, BB menurun, kadang-kadang ada batuk darah, dan sakit di dada. Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan adanya ronkhi basal, suara caverne atau pleural effusion. Penyakit ini mungkin bentuknya aktif atau kronik, dan mungkin pula tertutup atau terbuka.
Pada penderita yang dicurigai menderita TBC Paru sebaiknya dilakukan pemeriksaan tuberkulosa tes kulit dengan PPD (puirified protein derivate) 5u, bila hasil positif dilanjutkan dengan pemeriksaan foto dada. Perlu diperhatikan dan dilindungi janin dari pengaruh sinar X, pada penderita TBC Paru aktif perlu dilakukan pemeriksaan sputum BTA untuk membuat diagnosis secara pasti sekaligus untuk tes kepekaan / uji sensitivitas. Pada janin dengan ibu TBC Paru jarang dijumpai TBC congenital, janin baru tertular penyakit setelah lahir, karena dirawat atau disusui ibunya.
Penatalaksanaan : Penyakit ini akan sembuh dengan baik bila pengobatan yang diberikan dipatuhi oleh penderita, berikan penjelasan dan pendidikan kepada pasien bahwa penyakitnya bersifat kronik sehingga diperlukan pengobatan yang lama dan teratur. Ajarkan untuk menutup mulut dan hidungnya bila batuk, bersin dan tertawa. Sebagian besar obat anti TBC aman untuk wanita hamil, kecuali streptomisin yang bersifat ototoksik bagi janin dan harus diganti dengan etambutol, pasien hamil dengan TBC Paru yang tidak aktif tidak perlu mendapat pengobatan. Sedangkan pada yang aktif dianjurkan untuk menggunakan dua macam obat atau lebih untuk mencegah timbulnya resistensi kuman, dan isoniazid (INH) selalu diikutkan karena paling aman untuk kehamilan, efektifitasnya tinggi dan harganya lebih murah.
Obat-obatan yang dapat digunakan
1. Isoniazid (INH) 300 mg/hari. Obat ini mungkin menimbulkan komplikasi pada hati sehingga timbul gejala-gejala hepatitis berupa nafsu makan berkurang, mual dan muntah. Oleh karena itu –perlu diperiksa faal hati sewaktu-waktu dan bila ada perubahan untuk sementara obat harus segera dihentikan.
2. Etambutol 15-20 mg/kg/hari. Obat ini dapat menimbulkan komplikasi retrobulber neuritis, akan tetapi efek samping dalam kehamilan sangat sedikit dan pada janin belum ada.
3. Streptomycin 1gr/hari. Obat ini harus hati-hati digunakan dalam kehamilan, jangan digunakan dalam kehamilan trimester I. Pengaruh obat ini pada janin dapat menyebabkan tuli bawaan (ototoksik). Disamping itu obat ini juga kurang menyenangkan pada penderita karena harus disuntikan setiap hari.
4. Rifampisin 600mg/hari. Obat ini baik sekali untuk pengobatan TBC Paru tetapi memberikan efek teratogenik pada binatang poercobaan sehingga sebaiknya tidak diberikan pada trimester I kehamilan.
Pemeriksaan sputum harus dilakukan setelah 1-2 bulan pengobatan, jika masih positif perlu diulang tes kepekaan kuman terhadap obat, bila pasien sudah sembuh lakukan persalinan secar biasa. Pasien TBC aktif harus ditempatkan dalam kamar bersalin terpisah, persalinan dibantu Ekstraksi Vacum atau Forcep. Usahakan pasien tidak meneran, berikan masker untuk menutupi mulut dan hidung agar kuman tidak menyebar. Setelah persalinan pasien dirawat di ruang observasi 6-8 jam, kemudian dapat dipulangkan langsung.
Pasien diberi obat uterotonika dan obat TBC tetap harus diteruskan. Penderita yang tidak mungkin pulang harus dirawat di ruang isolasi, karena bayi cukup rentan terhadap penyakit ini, sebagian besar ahli menganjurkan pemisahan dari ibu jika ibu dicurigai menderita TBC aktif, sampai ibunya tidak memperlihatkan tanda-tanda proses aktif lagi setelah dibuktikan dengan pemeriksaan sputum sebanyak 3 kali yang selalu memperlihatkan hasil negatif.
Pasien TBC yang menyusui harus mendapat regimen pengobatan yang penuh. Semua obat anti TBC sesuai untuk laktasi sehingga pemberian laktasi dapat dengan aman dan normal. namun bayi harus diberi suntikan mantoux, mendapat profilaksis INH dan imunisasi BCG.
D. Ginjal
Dalam kehamilan terdapat perubahan-perubahan fungsional dan anatomic ginjal dan saluran kemih yang sering menimbulkan gejala-gejala dan kelainan fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium.perubahan natomi terdapat peningkatan pembuluh darah dan ruangan interstisial pada ginjal. Ginjal akan memanjang kurang lebih 1 cm dan kembali normal setelah melahirkan. Ureter juga mengalami pemanjangan, melekuk dan kadang berpindah letak ke lateral dan akan kembali normal 8-12 minggu setelah melahirkan.
Selain itu juga terjadi hiperlpasia dan hipertrofi otot dinding ureter dan kaliks, dan berkurangnya tonus otot-otot saluran kemih karena pengaruh kehamilan.
Akibat pembesaran uterus hiperemi organ-organ pelvis dan pengaruh hormonal terjadi perubahan pada kendung kemih yang dimulai pada kehamilan 4 bulan. Kandung kemih akan berpindah lebih anterior dan superior. Pembuluh-pembuluh di daerah mukosa akan membengkak dan melebar. Otot kandung kemih mengalami hipertrofi akibat pengaruh hormon estrogen. Kapasitas kandung kemih meningkat sampai 1 liter karena efek relaksasi dari hormon progesterone.
Perubahan Fungsi : Segera sesudah konsepsi, terjadi peningkatan aliran plasma (Renal Plasma flow) dan tingkat filtrasi gomerolus (Gomerolus Filtration Rate). Sejak kehamilan trimester II GFR akan meningkat 30-50 %, diatas nilai normal wanita tidak hamil. Akibatnya akan terjadi penurunan kadar kreatinin serum dan urin nitrogen darah, normal kreatinin serum adalah 0,5-0,7 mg/100 mll dan urea nitrogen darah 8-12 mg/100 mll.
E. Asma
Asma Bronkiale merupakan salah satu penyakit saluran nafas yang sering dijumpai dalam kehamilan dan persalinan. Pengaruh kehamilan terhadap timbulnya asma tidak sama pada setiap penderita, bahkan pada seorang penderita asma, serangannya tak sama pada kehamilan pertama dan berikutnya. Biasanya serangan akan timbul mulai UK 24-36 minggu dan pada akhir kehamilan jarang terjadi serangan.
Komplikasi : Pengaruh asma pada ibu dan janin sangat tergantung dari sering dan beratnya serangan, karena ibu dan janin akan kekurangan oksigen atau hipoksia. Keadaan hipoksia bila tidak segera diatasi tentu akan berpengaruh pada janin dan sering terjadi keguguran, partus premature dan gangguan petumbuhan janin.
Manifestasi Klinis : Factor pencetus timbulnya asma antara lain zat-zat alergi, infeksi saluran nafas, pengaruh udara dan factor psikis. Penderita selama kehamilan perlu mendapat pengawasan yang baik, biasanya penderita mengeluh nafas pendek, berbunyi, sesak, dan batuk-batuk. Diagnosis dapat ditegakkan seperti asma diluar kehamilan.

Penatalaksanaan
1. Mencegah timbulnya stress
2. Menghindari factor resiko/pencetus yang sudah diketahui secara intensif
3. Mencegah penggunaan obat seperti aspirin dan semacamnya yang dapat menjadi pencetus timbulnya serangan
4. Pada asma yang ringan dapat digunakan obat-obat local yang berbentuk inhalasi, atau peroral seperti isoproterenol
5. Pada keadaan lebih berat penderita harus dirawat dan serangan dapat dihilangkan dengan 1 atau lebih dari obat dibawah ini :
a. Epinefrin yang telah dilarutkan (1:1000), 0,2-0,5 ml disuntikan SC
b. Isoproterenol (1:100) berupa inhalasi 3-7 hari
c. Oksigen
d. Aminopilin 250-500 mg (6mg/kg) dalam infus glukosa 5 %
e. Hidrokortison 260-1000 mg IV pelan-pelan atau per infus dalam D10%.

Hindari penggunaan obat-obat yang mengandung iodium karena dapat membuat gangguan pada janin, dan berikan antibiotika kalau ada sangkaan terdapat infeksi. Upayakan persalinan secara spontan namun bila pasien berada dalam serangan, lakukan VE atau Forcep. SC atas indikasi asma jarang atau tak pernah dilakukan. Jangan berikan analgesik yang mengandung histamin tapi pilihlah morfin atau analgesik epidural.
Dokter sebaiknya memilih obat yang tidak mempengaruhi ASI. Aminopilin dapat terkandung dalam ASI sehingga bayi mengalami gangguan pencernaan, gelisah, dan ganggguan tidir. Namun obat anti asma lainnya dan kortikosteroid umumnya tidak berbahaya karena kadarnya dalam ASI sangat kecil.

Sumber: http://rosyidahida.blogspot.com/p/penyakit-penyakit-yang-lazim-terjadi.html

BAHAYA YANG MENGANCAM DARI ASAP ROKOK PADA BAYI DAN ASI

Sekalipun kita tidak merokok, paparan asap rokok dari orang lain baik yang disengaja ataupun tidak disengaja terhadap ibu menyusui atau bayinya dapat membahayakan dan merusak kesehatan.

Perokok Pasif Beresiko tinggi. Akibat paparan asap rokok seseorang terhadap kesehatan orang lain sampai sekarang masih sering disepelekan. Selama ini, orang hanya melarang seorang wanita yang perokok karena dapat membahayakan janin maupun bayinya yang sudah lahir. Padahal, bukan hanya si ibu yang sedang menyusui saja yang perlu menghentikan merokok. Ayah maupun orang di sekitar ibu dan bayinya, juga harus menghentikan kegiatan merokok itu. Apa pasalnya? Kalau seseorang merokok, itu berarti dia hanya mengisap asap rokoknya sekitar 15 persen saja, sementara yang 85 persen lainnya dilepaskan untuk diisap para perokok pasif. Tak adil, bukan?
WHO, badan kesehatan dunia, bahkan memperkirakan hampir sekitar 700 juta anak atau sekitar setengah dari seluruh anak di dunia ini, termasuk bayi yang masih menyusu pada ibunya, terpaksa mengisap udara yang terpolusi asap rokok. Ironisnya, hal itu justru terjadi lebih banyak di dalam rumah mereka sendiri.

Nikotin masuk ke bayi. Nikotin yang ada dalam rokok terserap dengan cepat dari saluran pernapasan ke aliran pembuluh darah ibu dan langsung ditransfer ke ASI dengan cara difusi. Jika ada orang luar yang merokok di dekat bayi, maka selain nikotin terserap dari ASI ibu yang terpapar asap rokok, juga diserap langsung melalui pernapasan (udara) si kecil. Nah, nikotin pun (bersama dengan ribuan bahan beracun asap rokok lainnya) masuk ke saluran pernapasan bayi. Nikotin yang terhirup melalui saluran pernapasan dan masuk ke tubuh melalui ASI ibunya akan berakumulasi di tubuh bayi dan membahayakan kesehatan bayi. Bukan hanya itu. Nikotin ternyata juga dapat mengubah rasa ASI, dan membahayakan kesehatan bayi. Biasanya, bayi akan rewel dan menolak menyusu jika ibunya baru merokok atau menghirup asap rokok. Akibat gangguan asap rokok pada bayi antara lain: muntah, diare, kolik, denyut jantung meningkat, dan lain-lain.

Penelitian membuktikan:
1. Penelitian di Santiago, Chili, menunjukkan bahwa asap rokok yang terhirup oleh ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI. Dalam waktu tiga bulan, terlihat berat badan bayi dari ibu yang perokok atau menghirup asap rokok, juga tidak menunjukkan pertumbuhan yang optimal.

2. Asap rokok yang terpaksa diisap perokok pasif, ternyata mempunyai kandungan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan asap rokok yang diisap oleh si perokok. Hal ini karena ketika rokok sedang diisap, tembakau terbakar pada temperatur lebih rendah. Kondisi ini membuat pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan banyak bahan kimia.

3. Asap rokok itu sendiri mengandung sekitar 3.000-an bahan kimia beracun, 43 di antaranya jelas-jelas bersifat karsinogen (penyebab kanker). Tak heran jika pengaruh asap rokok pada perokok pasif itu tiga kali lebih buruk daripada debu batu bara.

Berbagai penelitian membuktikan asap rokok yang ditebarkan orang lain, bukan hanya terhadap perokok yang bersangkutan imbasnya bisa menyebabkan berbagai penyakit, bukan saja pada orang dewasa, tapi terutama pada bayi dan anak-anak. Mulai dari aneka gangguan pernapasan pada bayi, infeksi paru dan telinga, gangguan pertumbuhan, sampai kolik (gangguan pada saluran pencernaan bayi).

Oleh karena itu, jangan ambil risiko. Musuhi perokok, Hindarkan buah hati Anda dan Anda sendiri dari asap rokok, dimana saja Anda berada!

Sumber: Ayahbunda

RAHASIA 8 MAKANAN BERGIZI UNTUK KESEHATAN IBU

Bunda--Berikut ini adalah 8 makanan bergizi yang sangat berguna untuk kesehatan ibu, baik untuk ibu muda, ibu yang masih hamil (Bumil) atau yang sudah melahirkan yang sangat membutuhkan asupan makanan bergizi secara seimbang : 

1.  Apel untuk berat badan ideal

Kebanyakan wanita tidak percaya diri dengan berat badan yang berlebih. Apalagi untuk anda yang  baru saja melahirkan. Apel selain mengandung antiosidan untuk kekebalan tubuh ternyata mampu mempertahankan berat badan ideal anda karena pemanis yang terkandungnya masuk secara bertahap sehingga mengontrol nafsu makan anda.

2.  Biji gandum untuk pemulihan setelah melahirkan

Biji gandum utuh ternyata mampu membantu anda untuk memulihkan keadaan tubuh setelah melahirkan, selain itu gejala PMS dapat diredakan dengan mengkonsumsi biji gandum sebelum menstruasi. Vitamin B6 dan asam folat merupakan nutrisi yang baik untuk kesehatan jantung anda.

3.  Tomat untuk kecantikan wajah

Masalah pada wajah bagi wanita adalah hal yang sangat menakutkan tak jarang wanita rela mengeluarkan banyak uang untuk merawat wajahnya. Dengan tomat yang mengandung vitamin A dan C yang mampu membersihkan wajah anda dari jerawat, selain itu tomat juga mampu mengatasi minyak di kulit wajah anda. Anda akan mendapat manfaat yang luar biasa dengan mengkonsumsi tomat secara teratur termasuk menghilangkan komedo dan membuat kulit wajah anda lebih bercahaya.

4.  Kenari (kacang) untuk reproduksi wanita

Sistem reproduksi merupakan hal yang sangat sensitif. Pada wanita, perubahan hormon, kelainan pada organ reproduksi, infeksi, penyakit, dan bahkan stres dapat menyebabkan kemandulan. Untuk meningkatkan kesuburan Anda, cobalah makanan yang kaya omega-3 asam lemak, seperti kenari. Tubuh menggunakan omega-3 asam lemak untuk memproduksi hormon yang disebut eikosanoid, yang meningkatkan aliran darah ke rahim, sehingga meningkatkan kemungkinan kehamilan dan memfasilitasi perkembangan janin. Omega-3 juga dapat menurunkan risiko kelahiran prematur dan berat lahir rendah.

5.  Susu untuk menjaga tulang

Susu merupakan sumber kalsium yang dibutuhkan wanita dalam menjaga mempertahankan tulang. Selain itu susu juga mengandung vitamin, mineral dan protein yang dapat membantu proses yang optimal dalam penyerapan nutrisi yang dibutuhkan oleh tulang, sehingga anda terhindar dari osteoporosis. Kalsium juga dapat membantu anda dalam menjaga berat badan yang ideal. Adanya kandungan serat yang membantu melancarkan saluran pencernaan.

6.  Bayam untuk mencegah dari kanker

Kanker serviks dan kanker payudara adalah pembunuh dengan peringkat teratas bagi wanita. Dengan cara mengkonsumsi sayuran hijau yang mengandung antioksidan seprti bayam ternyata dapat meminimalisir radikal bebas yang memicu perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Selain itu bayam juga zat antikanker di dalam bayam yaitu  flavonoid, akan memperlambat pembelahan sel kanker. Bayam sangat bagus untuk kekebalan tubuh anda juga untuk penglihatan dan tekanan darah.

7.  Coklat untuk menurunkan stress

Ketika perubahan mood berlangsung menjelang menstruasi, gejala PMS maka akan mengalami beberapa hal yang menggangu aktivitas anda sehingga menyebabkan stress. Kandungan theobromin yang terdapat pada coklat membantu mengaktifkan zat rasa senang dan mengatur zat stress sehingga mampu mengatasi gejala PMS. Coklat juga mampu mengurangi berat badan dan mencegah diabetes . Ternyata coklat juga dapat meningkatkan kecerdasan  dan menambah anda untuk berkonsentrasi, flavonol yang terdapat pada coklat hitam membuat kita lebih cerdas.

8.  Jeruk untuk ibu hamil

Kandungan senyawa yang terdapat pada jeruk sangat baik untuk ibu hamil. Kandungan vitamin c dapat membantu kekebalan tubuh ibu hamil, asam folat juga sangat dibutuhkan oleh bayi sehingga membantu membangun sel-sel baru. Adanya senyawa yang ternyata menjaga dinding pembuluh darah sehingga mengurangi peradangan selama kehamilan.


Sumber:http://bidanku.com/rahasia-8-makanan-untuk-kesehatan-wanita#ixzz3TmEGobIc

KUMPULAN DAFTAR LENGKAP PERLENGKAPAN SEBELUM DAN SESUDAH MELAHIRKAN

perlengkapan
Bunda, untuk menghadapi persalinan dan melahirkan perlu beberapa persiapan yang matang, termasuk persiapan perlengkapan sebelum dan sesudah melahirkan. Mungkin bunda-ayah perlu membuat dan mempersiapkan daftar kebutuhan baik ibu maupun bayi. Berikut ini daftar ideal kebutuhan ibu dan bayi yang dapat kita persiapkan :

1. Perlengkapan Sebelum Melahirkan
  • Krim pencegah Stretch mark (guratan bekas kehamilan)
  • Bra sebelum dan sesudah melahirkan
  • Celana dalam untuk ibu hamil
  • Penyangga untuk perus
  • Buku Perkembangan Bayi
  • Celana dan Baju Hamil.
    .
2. Perlengkapan Sebelum Ke Rumah Sakit
  • Breast pad
  • Baju tidur
  • Perlengkapan mandi ibu
  • Baju Bayi 1 set untuk pulang
  • Bra menyusui 
  • Gurita 
  • Shampoo kering

3. Pakaian dan Perlengkapan Bayi
  • Baju lengan panjang
  • Baju lengan pendek
  • Baju lengan buntung
  • Celana bayi panjang/tutup kaki
  • Celana bayi pendek/pop/segitiga
  • Kaos singlet
  • Gurita Bayi
  • Bedong
  • Kaos kaki
  • Sepatu bayi
  • Topi
  • Sarung tangan dan kaki
  • Selimut bungkus
  • Popok kain
  • Popok kertas
  • Peniti Bayi
  • Popok pelapis untuk celana bayi/Diaper liner
  • Deterjen pencuci pakaian bayi
  • Tas Bayi
 
4. Perlengkapan Menyusui/ Makan
  • Botol susu
  • Botol jus untuk buah
  • Dot
  • Sikat botol
  • Sterilizer botol susu
  • Penghangat susu/makanan/Baby Warmer
  • Saabun pencuci botol, dot dan perlengkapan bayi
  • Tempat menyimpan susu
  • Alat penjepit botol
  • Empeng/ Pacifier
  • Botol dengan sendok makan/ Food feeder
  • Alat makan bayi / Feeding set
  • Gelas latihan / mag-mag
  • Tempat Sterilizer / Sterilizer container
  • Gigitan Bayi / Teether
  • Alat untuk memasak nasi / Slow Cooker
  • Termos air panas
  • Kursi makan bayi 

5. Perlengkapan Ibu Menyusui
  • Breast pump manual/gelas/plastik
  • Gel perawatan payudara ibu
  • Alat untuk putting tenggelam/Nipple Puller
  • Penyambung putting payudara/Nipple Shield

6. Perlengkapan Mandi dan Perawatan Bayi
  • Mainan bayi untuk mandi
  • Baby shampo
  • Baby wash 2 in 1 Shampoo dan Soap
  • Baby soap
  • Baby oil
  • Baby cream
  • Baby lotion
  • Baby powder
  • Baby powder untuk biang keringat 
  • Baby compact powder untuk muka 
  • Baby hair lotion 
  • Baby cologne 
  • Minyak telon 
  • Cotton bud
  • Thermometer air panas
  • Digital thermometer
  • Penghisap cairan hidung/Nose cleaner
  • Sikat dan sisir bayi
  • Sikat gigi bayi 1 set
  • Gunting kuku 
  • Tissue basah
  • Kapas bulat pembersih / cotton bal
  • Detergen baju bayi / kiddy Detergen 

7. Perlengkapan Kamar Tidur Bayi
  • Bantal Bayi
  • Ranjang Bayi
  • Sarung bantal dan kasur
  • Selimut bayi
  • Kelambu
  • Baby Bumper

8. Perlengkapan Bermain dan Jalan-jalan
  •  Baby stoller
  •  Mainan Bayi
  •  Mother's bag
  •  Baby walker
  •  Car seat
Demikianlah Kumpulan Daftar Perlengkapan Bayi dan daftar ideal kebutuhan ibu dan bayi,   Sebelum dan sesudah ibu melahirkan, semoga bermanfaat untuk persiapan melahirkan dan merawat bayi kita. terimakasih sudah berkunjung diblog. http://bagicantiksehat.blogspot.com/.

Sumber: Brosur Pigeon, www.pigeon.co.id